Kamis, 13 Juni 2013

MAKALAH
   ”MARI BERKEBUN SAHANG” 
                                                             KELOMPOK ”MATI GILE”
                                                   Tugas Komunikasi Sosial dan Pembangunan.


 DISUSUN OLEH
KELOMPOK I
1.MURJAAN
2.RIAN MAULANA
3.ANDI SUANDI
4.AHMAD SUNAIDI
5.RAMANDHA
6.NURUL AZMI
7.ERWINA
8. NANI.N
9. NOPITA SARI
10. VITA APRILIANI
11. EVI.A
Dosen Pengampu : IKSANDER,S.sos
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
         Bangka Belitung merupakan Daerah penghasil Lada putih yang merupakan komoditas utama yang pernah Berjaya di Bangka Belitung, khususnya di muntok. Lada putih Muntok dikenal dengan Muntok white pepper telah mendunia. Bahkan lada putih ini telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Namun Memasuki tahun 2000-an, produksi lada putih di Bangka Belitung mengalami penurunan. Penyebab penurunan produksi lada putih ini adalah maraknya pertambangan timah di Bangka Belitung. Lahan yang pernah digunakan untuk perkebunan lada berubah menjadi area tambang timah. Penambangan timah ini dikenal dengan tambang inkonvensional. Semenjak maraknya tambang inkonvensional, pemerintah lebih focus pada timah dibandingkan dengan lada sehingga pamornya semakin menurun. Padahal lada pernah menjadi primadona yang mengharumkan nama provinsi ini. Selain itu banyaknya lahan yang dialihfungsikan sebagai perkebunan sawit juga menjadi penyebab penurunan produksi lada putih. Karena masyarakat merasa bahwa Timah lebih menjanjikan dan lebih cepat hasilnya dibandingkan lada. Dan akhirnya setelah beberapa tahun produksi lada mendapatkan perhatian yang kurang dari pemerintah. Meskipun telah dilakukan langkah-langkah untuk membangkitkan kembali kejayaan lada putih. Namun, produksi lada putih seolah tidak ada kemajuan. Memang suatu hal yang tidak mungkin lagi untuk mengembalikan kejayaan seperti pada tahun 90-an mengingat lahan di Bangka Belitung yang banyak dialihkan ke tambang inkonvensional Lahan yang telah dijadikan area tambang timah dan kebun sawit tidak mendukung lagi untuk dijadikan perkebunan lada. Hal inilah yang menjadi faktor lada seakan-akan menjadi komoditas yang terlupakan di negeri Bangka Belitung sendiri.
          Melihat dari kondisi diatas, Maka Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka ingin membentuk sebuah Program bernama “Mari Berkebun Sahang”. Dimana program ini  merupakan suatu usaha untuk mengembalikan masa-masa kejayaan tanaman lada di Bangka Belitung yang sudah lama ditinggalkan dan merupakan usaha pemerintah dalam menanggulangi masalah ini dan kondisi produksi lada saat ini.
B.Tujuan 
  - Untuk memberikan edukasi kepada para masyarakat bahwa pentingnya program berkebun sahang, agar   kembali lingkungan yang hijau khususnya di Bangka Belitung
- Untuk menciptakan produktivitas kebun lada yang berkelanjutan
-Untuk mengembalikan masa-masa kejayaan perkebunan Lada di Bangka Belitung yang sudah lama   ditinggalkan
- Untuk memberikan keuntungan ekonomis kepada masyarakat secara finansial dalam rangka membiayai   operasional program 

C.Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari program ini adalah :
1.      
1.      Bagaimana strategi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka dalam mensosialisasikan "Program Mari Berkebun  Sahang" dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran khalayak yang dituju?
BAB II
PEMBAHASAN

Program Mari Berkebun Sahang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka dimana berisi:
1.      Memberikan suatu kegiatan pelatihan kepada masyarakat mengenai manfaat berkebun lada itu sendiri, baik secara teori (indoor), atau terjun langsung kelapangan agar masyarakat mengetahui bagaimana teknik berkebun lada yang baik dan benar sehingga menghasilkan lada yang unggul.
2.      Melakukan pengontrolan selama masa pelatihan dilaksanakan sampai memberikan hasil maksimal
                Suatu program public relations dalam menjalankan Strategi, baik itu yang berjangka panjang maupun berjangka pendek, harus direncanakan dengan cermat dan hati-hati, sedemikian rupa sehingga akan diperoleh hasil-hasil yang nyata. Perencanaan yang matang akan menghasilkan suatu program public relations yang efektif. Perencanaan program public relations berdasarkan fakta dan landasan berpikir yang sehat, yang membuat seseorang menjadi tahu arah dan tujuan yang ingin dicapainya. Dan dalam Perencanaan program Mari Berkebun Sahang ini, Sebagai Praktisi Humas yang terjun langsung di masyarakat harus dapat menjalankan  program ini sesuai dengan Strategi Public Relation.
Mengutip dari Cutlip & Center (dalam Kasali dan Abdurachman), proses PR Sepenuhnya mengacu kepada pendekatan manajerial. Proses ini terdiri dari: fact finding, planning, communication, dan evaluation (Abdurachman, 2001:31). Kasali mengadaptasinya menjadi : pengumpulan fakta, definisi permasalahan, perencanaan dan program, aksi dan komunikasi, serta evaluasi. (Kasali, 1984:33)

1. Fact finding adalah mencari dan mengumpulkan fakta atau data sebelum melakukan tindakan. 
2. Planning adalah berdasarkan fakta membuat rencana tentang apa yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai masalah itu. 
3.Communicating adalah rencana yang disusun dengan baik sebagai hasil pemikiran yang matang berdasarkan fakta atau data tadi
4.evaluation adalah mengadakan evaluasi tentang suatu kegiatan, apakah tujuan sudah tercapai atau belum.

Tahap 1 : Fact Finding yaitu mengumpulkan fakta melalui riset di lapangan misalnya       observasi secara langsung ataupun kuisioner untuk melihat apa yang melatar belakangi masyarakat kurang minatnya dalam berkebun lada. Dan didapatkan data berdasarkan latar belakang masalah diatas bahwa:
-     Banyaknya minat masyarakat beralih profesi menjadi penambang timah disebabkan karena harga  timah sangat tinggi jauh diatas harga lada
-    Lahan untuk berkebun lada semakin berkurang dikarenakan aktivitas penambangan timah yang semakin hari semakin banyak
-   Biaya untuk reklamasi lahan kembali sangat tinggi ditambah waktu yang cukup lama untuk mengubahnya kembali.
-    Penerapan teknologi budidaya dan pembibitan lada unggul sangat kurang. 
-    Masalah tingginya harga pupuk dan peptisida
-    Banyaknya spekulan yang memainkan harga 
-   Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknik berkebun lada yang baik dan benar untuk meghasilkan lada yang berkualitas tinggi.

     Tahap 2 : Planning yaitu perencanaan semua kegiatan yang akan dilakukan dalam program mari berkebun sahang melihat dari fact finding maka perencanaan yang dilakukan adalah:
·  1.Memberikan pelatihan baik secara teori atau terjun langsung kelapangan bagi masyarakat, mengenai pemahaman program Berkebun sahang ini sendiri.
    2.Menyiapkan lahan sekaligus bibit lada kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menjalankan program ini secara  nyata tidak hanya teori saja, namun agar dapat mengaplikasikannya secara langsung
    3. Mempersiapkan Penerapan teknologi budidaya dan pembibitan lada unggul dalam menunjang                     keberhasilan perkebunan lada
     
                  Tahap 3 : Communicating yaitu mempersiapkan teknik untuk mensosialisasikan seluruh          rencana program dimana proses sosialisasi ini dilaksanakan secara teoritis kemudian diaplikasikan secara langsung kelapangan. Dalam hal ini keberhasilan suatu program sangat menentukan sekali pada teknik komunikasi yang dipilih. Adapun teknik komunikasi yang dilakukan adalah:

      1. Sosialisasi melalui penyuluhan kedesa-desa, dengan memilih Public Speaking yang ahli dalam bidang perkebunan lada dan orang tersebut punya kredibelitas tinggi.
S  2. Sosialisasi melalui spanduk pada tempat-tempat strategis agar masyarakat memahami akan program tersebut. Dan Isi pesan dalam spanduk di desain semenarik mungkin sehingga membuat masyarakat tertarik untuk memperhatikan spanduk tersebut.
·    3. Melalui iklan di media cetak dan elektronik bisa dalam bentuk iklan radio ataupun iklan di Koran dengan isi pesan yang juga mudah diserap oleh masyarakat sasaran.
·         
·    Hal terpenting adalah menjaga hubungan baik dengan stakeholder agar pemerintah,lembaga swasta, serta masyarakat harus ikut mendukung dan berpartisipasi dalam program Mari Berkebun Sahang tersebut.

         Tahap 4 : Evaluation yaitu tahap evaluasi seluruh kegiatan yang dilakukan dalam program mari 
 berkebun sahang. Setelah melewati tahap fact finding, perencanaan, serta komunikasi kepada masyarakat 
keberhasilan program mari berkebun sahang dapat dilakukan dengan tahap evaluasi, dimana tahap ini untuk 
melihat apakah program yang dilaksanakan sudah berhasil atau belum, pada tahap evaluasi ini, dilihat dari 
beberapa aspek, yaitu :
  a) Metode pengumpulan data sudah benar/sesuai tidak dengan kondisi dilapangan

   b) Alat pengumpulan data yang digunakan berhasil atau tidak
  c) Sasaran evaluasi program yakni minat, partisipasi atau sasarannya sudah sesuai atau belum
  d) Jadwal evaluasi program sebagai acuan pelaksanaan berjalan lancar atau tidak.
Melihat dari kegiatan yang dilakukan maka evaluasi bisa dilakukan dengan penerapan beberapa teknik evaluasi praktisi memiliki banyak sekali informasi untuk dirakit serta serangkaian pilihan dari segi media dan aktivitas.Pemilihan dibuat untuk mengarahkan pesan-pesan tertentu pada target audiens tertentu melalui  media tertentu dan,pada akhirnya mencapai sasaran yang didefinisikan secara spesifik ( puncak dari program atau proyek).


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
      -  Banyaknya minat masyarakat beralih profesi menjadi penambang timah disebabkan karena harga  timah sangat tinggi jauh diatas harga lada, lahan untuk berkebun lada semakin berkurang dikarenakan aktivitas penambangan timah yang semakin hari semakin banyak serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknik berkebun lada yang baik dan benar untuk meghasilkan lada yang berkualitas tinggi membuat masyarakat enggan berkebun lada kembali. 

      -  Untuk mensukseskan Program “Mari Berkebun Sahang “ Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka membutuhkan strategi yang baik mulai dari Fact Finding,Planning,Communicating dan Evaluations dalam program Mari Berkebun Sahang ini sendiri.
 Saran
1.       Agar kepada masyarakat yang sudah lama meninggalkan aktivitas berkebun sahang, dari program Mari Berkebun Sahang ini, dapat meningkatkan minat masyarakat kembali sehingga nama  lada putih yang dulunya sudah terkenal,  dapat mengangkat Bangka Belitung kembali di kancah internasional. 
2.     Dalam program ini, baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan untuk proaktif untuk mengajukan keinginan untuk pematenan program tersebut.

Degradasi Moral Remaja


Remaja adalah generasi penerus bangsa. Dalam kehidupannya remaja dianggap masa pencarian jati diri. Di dalam sebuah keluarga anak remaja sering kali membutuhkan perhatian ekstra karena pendidikan dalam keluarga merupakan dasar bagi pendidikan anak selanjutnya, atau dapat pula dikatakan bahwa keluarga merupakan peletak dasar bagi pendidikan yang pertama dan utama. Usia remaja usia yang rentan terkontaminasi oleh pergaulan dunia luar yang bisa mengubah karakter dan perilaku remaja itu sendiri. Kita lihat saja berita-berita yang berisi informasi tentang kenakalan remaja mulai dari penyalah gunaan narkoba, minuman keras, free sex, tawuran dan sebagainya. Bisa jadi dikarenakan pondasi pendidikan moral dan karakter sangat minim. Kurang perhatian dan kasih sayang, broken home, bahkan pengaruh teman-teman sebaya, serta ketidak mampuan memfilter kemajuan teknologi dan banyak lagi faktor lainnnya yang bisa membentuk karakater dan perilaku menyimpang pada remaja
 Degradasi moral pada remaja di Indonesia semakin menjadi jadi saja. Siapa yang seharusnya disalahkan, pemerintahkah ? Pendidik kah ? keluargakah ? atau remaja itu sendiri. Pertanyaan ini sering kita lontarkan tapi sadarkah kita pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah menyelesaikan masalah. Yang ada malah degradasi moral yang dialami remaja semakin parah. Tak sedikit remaja yang kehilangan rasa hormat dan sopan santunnya terhadap orang tua walaupun masih tetap ada yang tetap menjunjung tinggi adat kesopanan dan tata krama terhadap orang yang lebih dewasa. Namun dewasa ini Kemajuan teknologi dan perkembangan peradaban yang tidak disikapi secara positif seringkali menjadi faktor pendukung terjadinya degradasi moral yang semakin menjadi sehingga  membuat sebagian remaja yang tak mampu membendung dan memfilternya hingga informasi apapun yang ia dapat malah dijadikan kiblat dalam pencarian jati diri mereka.
Pelaku-pelaku kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan, perampokan, geng motor yang meresahkan, asusila, dan kejahatan-kejahatan lainnya yang juga bentuk kenakalan remaja menghiasi berita-berita di media-media massa baik elektronik maupun cetak. Sangat miris melihat generasi muda kita tak lagi patuh aturan dan cenderung brutal. Kejahatan yang mereka lakukan juga di dominasi oleh remaja-remaja usia tanggung, usia SMA, SMP bahkan SD pun terjerat. Sungguh sangat miris karena yang kita pikirkan bagaimana masa depan mereka. Apakah mereka yang akan menjadi penerus bangsa. Dengan moral yang jika tidak sesegera mungkin diperbaiki jelas akan memberikan dampak negative untuk perkembangan bangsa ini.
Meskipun demikian, masih banyak pula generasi muda yang masih bisa menjadi harapan dan tidak terdegradasi moralnya. Tetapi, kuantitas mereka selalu jauh lebih sedikit daripada yang telah terdegradasi moralnya. Kaum muda adalah nafas penyambung harapan bangsa. Kaum muda adalah pemegang estafet kepemimpinan di negeri ini. Dan kaum muda adalah generasi berikutnya yang akan memikul beban dalam setiap peri kehidupan negara Indonesia. Namun kita juga tidak bisa percaya penuh dengan generasi tua yang menjadi pemimpin pemimpin saat ini. Karena banyak juga kelakuan mereka yang tak pantas di tiru oleh remaja atau generasi muda. Perilaku korup, asusila, premanisme dan perilaku-perilaku lain yang sungguh tak layak dijadikan tauladan. Sehingga diperlukan pembangunan karakter yang lebih mendalam dalam diri remaja tersebut dan dari lingkungan-lingkungan terdekat para remaja lah yang mampu membentuk jati diri remaja yang tangguh dan mampu jadi sosok pemimpin penerus bangsa.
Kita semua sepakat, bahwa yang diperlukan untuk mengatasi ancaman ini adalah dengan menyadarkan, membangun karakter kembali dan memupuk komitmen serta visi sebagai pemuda-pemuda tangguh. Penginstalan kembali karakter pemuda adalah dengan bersama sama melakukan character building pada generasi muda, baik dilakukan oleh lembaga formal maupun nonformal, serta oleh pihak manapun yang mau berkontribusi bagi masa depan bangsa. Melalui pendidikan formal misalnya pendidikan di sekolah yang tidak hanya menekankan pada pendidikan akademik tapi juga mengacu pada pendidikan karakter. Kemudian dibentuk juga wadah-wadah yang menampung dan memberikan ruang bagi remaja untuk menyalurkan bakat positifnya hingga tak salah langkah. Dan terpenting pendidikan non formal dari keluarga yang harus memberikan perhatian khusus bagi perkembangan anak remajanya misalnya membekali mereka dengan pendidikan agama di rumah bahkan dalam wadah khusus seperti ROHIS , remaja masjid dan organisasi-organisasi keagamaan lain yang mampu memandu remaja untuk berakhlaq baik.
Keberhasilan dalam membentuk remaja tangguh tak lepas dari dukungan pemerintah yang juga harus menyediakan sarana prasarana yang menunjang aktivitas positif remaja agar mereka tak menyalah gunakan bakat yang mereka miliki untuk kegiatan yang salah. Harus ada alokasi dana dalam membangun sarana prasarana tersebut diiringi dengan pembinaan dan pemberian penghargaan atas mereka yang berprestasi sehingga remaja termotivasi dan merasa dihargai dalam lingkungannya dan bangsanya. Mereka akan merasa diakui keberadaannya dan terhindar dari hal-hala negatif yang menjerumuskan mereka.
Maka dari itu mari kita bersama-sama membentuk dan mencetak generasi-generasi muda yang diharapkan bangsa yang juga sudah mulai rapuh moralitasnya. Jangan saling menyalahkan tapi mari saling mencari solusi, memberikan dukungan serta melakukan aksi untuk cita-cita mulia tersebut. Karena nasib bangsa Indonesia kedepan ada di tangan mereka.

Senin, 18 Maret 2013

Definisi Komunikasi Pembangunan


Dalam pengertian yang sempit, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas, dengan tujuan agar masyarakat memahami, menerima, dan berpartisipasi dalam melaksanakan gagasan-gagasan yang disampaikan. Sedangkan dalam arti yang luas, komunikasi pembangunann meliputi peran dan fungsi komunikasi (sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara timbal balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama antara masyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan (Nasution, 1996:92).

Gomez (dalam Nasution, 1996:128) merumuskan komunikasi pembangunan sebagai berikut:
Komunikasi pembangunan merupakan disiplin ilmu dan praktikum komunikasi dalam konteks negara-negara sedang berkembang, terutama kegiatan komunikasi untuk perubahan sosial yang berencana. Komunikasi pembangunan dimaksudkan untuk secara sadar meningkatkan pembangunan manusiawi, dan itu berarti komunikasi yang akan menghapuskan kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan.


Secara pragmatis, Quebral (dalam Nasution, 1996:128) merumuskan bahwa “Komunikasi pembangunan adalah komunikasi yang dilakukan untuk melaksanakan rencana pembangunan suatu negara”. Dikemukakannya pula bahwa komunikasi pembangunan merupakan salah satu terobosan (break-through) di lingkungan ilmu-ilmu sosial, dan merupakan inovasi yang harus diusahakan agar diketahui orang dan diterima sebelum ia digunakan.


         Pengertian komunikasi pembangunan secara luas adalah peran dan fungsi komunikasi (sebagai aktivitas pertukaran pesan secara timbal balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan, terutama masyarakat dan pemerintah, sejak dari proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian terhadap pembangunan.

http://blogkeandhi.blogspot.com/2010/06/pengantar-komunikasipembangunan.html           

Secara khusus Komunikasi pembangunan adalah segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian pesan atau gagasan dan keterampilan keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan yang ditujukan kepada masyarakat luas.

http://hrplus31.wordpress.com/2010/07/10/makalah-komunikasi-pembangunan/
                                                        

Senin, 25 Juni 2012

“KONTROVERSI KONSER LADY GAGA”






                              
                       DISUSUN OLEH KELOMPOK LADYS
                                                         NAMA  : 1. ERWINA
                                         2. NANI NURASTUTI
                                         3. DIAN RESTIARINI
                                         4. YULIANA
                                         5. NOPITASARI
                                         6. TIKA LESTARI

                        DOSEN PENGAMPUH :  IKSANDER, S.sos

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PAHLAWAN 12 SUNGAILIAT-BANGKA 2012


KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat  Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan ridho NYA jualah akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Dimana makalah ini merupakan salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah Komunikasi Budaya, program studi Ilmu Komunikasi Semester IV di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pahlawan 12 Sungailiat-Bangka.
            Mungkin didalam penyelesaian makalah ini terdapat banyak kekurangan penulis mohon maaf. Karena keterbatasan Waktu maupun Materi yang penulis miliki.
Demikianlah makalah ini kami susun semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
                                                                                                                       

                                                                                                           
                                                                                                    Sungailiat ,          Mei 2012
                                                                                                                     Penulis


                                                                                                                Kelompok IV                                                        
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I.  PENDAHULUAN
      I.I    Latar Belakang Masalah.......................................................................................... 1
      I.II   Rumusan Masalah................................................................................................... 1
      I.III  Manfaat Penelitian.................................................................................................. 1

BAB II.  PEMBAHASAN........................................................................ 2

BAB III. PENUTUP
      III.I  Kesimpulan............................................................................................................. 3
      III.II Saran............................................................................................... 4

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 5




BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
     Globalisasi merupakan tantangan besar bagi setiap negara. Keadaan ini di tinjau oleh bangsa Indonesia yang mengikuti arus globalisasi. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Kebudayaan orang-orang barat tersebut telah menjadi suatu kebiasaan yang membudaya. Sehingga dianggap melanggar norma-norma yang berlaku dan mempengaruhi kebudayaan bangsa indonesia yang ketimuran.
     Bangsa Indonesia dalam mengikuti arus globalisasi terkadang dapat melunturkan jati diri bangsa yang begitu kental dengan kesopanan dan budaya timur. Dimata dunia Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung adab ketimuran yang sangat baik. Kebudayaan asing yang masuk akibat era globalisasi ke Indonedia turut mengubah perilaku dan kebudayaan Indonesia, baik itu kaebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia.  
            Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia.
      Kesenian Bangsa Indonesia saat ini mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka.


1.2    Rumusan Masalah
Bagaimana Kesenian yang berlandaskan Estetika(keindahan) yang sebenarnya?

1.3    Manfaat Penelitian
Mengetahui sejauh mana kita dapat menyikapi Pengaruh budaya lain yang datang keIndonesia dikaji melalui jalur seni yang ditampilkan.


BAB II
PEMBAHASAN
            Sebagaimana yang terjadi saat ini, Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan kontroversi konser lady gaga yang rencana akan tampil diJakrta, berbagai pendapat pun datang dr berbagai lapisan masyarakat, baik itu yang pro dan yang kontra terhadap Lady gaga.
            Kedatangan lady gaga, sangat ditentang oleh Front Pembela Islam (FPI)  dimana mereka tidak menyukai penampilan lady gaga yang menurut pihak ormas tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun, Selain itu kedatangan Lady Gaga ke Indonesia kerana bertentangan dengan nilai-nilai bangsa dan tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Ada beberapa hal yang membuat masyarakat kontra terhadap Lady Gaga, dikarenakan :
-          Lirik lagunya yang bermasalah, dimana ia mendukung akan Sebuah kelompok “Gay”, Menganggap seseorang yang anti religius dimana ia tidak percaya pada Tuhan.
-          Penampilannya yang vulgar
-          Dianggap sebagai Mother Monster yang keanehannya dianggap extream.

*Berikut ini beberapa lagu Lady Gaga yang dilarang diperdengarkan di suatu negara adalah:

1. Judas

            Lirik lagu “Jesus is my virtue and Judas is the demon I cling to, I cling   to, But I'm still in love with Judas” dianggap umat Kristiani sebagai pelecehan.


2. Born This Way

            Lirik “No matter gay straight or bi, lesbian transgendered life” dinilai mendukung kaum homoseksualitas. Video klip dan liriknya yang terkesan vulgar membuat Lady Gaga dilarang masuk dan menggelar konser di Malaysia.

3.JustDance

          Pemerintah di Korea Selatan melarang pemutaran lagu ini karena dinilai tidak sesuai dengan perkembangan anak muda. Sebab liriknya mengandung makna clubbing dan kebiasaaan meminum minuman keras.

4. You and I
          Malaysia melarang pemutaran video klip ini karena liriknya dinilai secara eksplisit mengatakan whiskey dan Jesus.

5. Bad Romance
          Liriknya dinilai mengandung teori konspirasi agama yang melibatkan setan.

6. Marry The Night
          Malaysia mensensornya karena video klipnya mempertontonkan adegan telanjang.

7. Alejandro

          Lirik Alejandro diartikan sebagai Allah, pembela dan pelindung manusia. Sedangkan Fernando berarti Jesus yang bersemangat untuk perdamaian.
             Dan semua itu terlihat terhadap masyarakat yang pro ataupun kontra  yang dapat membuat terjadinya kesenjangan sosial dimasyrakat. Dimana, hampir diseluruh media membicarakan masalah Lady Gaga yang sampai saat ini masih menjadi pembicaraan publik terhadap itu semua. Baik itu dari Kalangan Ormas, pengamat politik, Hukum dan pihak-pihak yang lainnya memperdebatkan kedatangan Lady Gaga untuk konser diIndonesia.
            Dan ternyata, kontroversi terhadap konser  Lady Gaga bukan hanya terjadi diIndonesia. Berikut beberapa negara yang pernah memprotes konser Lady Gaga .
1. KOREA SELATAN
            Korea Selatan adalah negara Kristen paling kuat kedua di Asia setelah Filipina. April lalu, seminggu sebelum konsernya, 300 orang jemaat Kristen negara itu berkumpul di gereja Ibu Kota Seoul dan menggelar misa khusus supaya penyanyi wanita itu batal konser. Jemaat Kristen Korea Selatan menganggap Lady Gaga pemuja dan penyebar ajaran setan. Kelompok Kristen ini menuding Lady Gaga sebagai ikon pornografi dan mempromosikan gaya hidup homoseksual. Beberapa orang melihat itu sebagai budaya yang berbeda, tapi tetap saja merosotkan nilai agama, Mereka memaksa pembatalan konser Lady Gaga, meski akhirnya Lady Gaga tetap boleh konser dengan aturan  hanya boleh ditonton remaja berusia di atas 18 tahun.

2. FILIPINA
            Kelompok agama di Filipina, Biblemode Youth, punya cara unik untuk mengungkapkan penolakan terhadap konser Lady Gaga, yaitu memprotes dengan cara berdoa. Kelompok ini memimpin kampanye untuk melarang Gaga tampil di Mall of Asia Arena, Manila. Kelompok ini menyebut Gaga sebagai anti Kristus. Lagu “Judas” yang dinyanyikannya dianggap penghinaan langsung kepada Kristus sekaligus provokatif. Ditambah lagi ia juga selalu mengenakan kostum minim di setiap pertunjukannya.
3. BULGARIA
            Suara protes anti Lady Gaga juga menggema di Bulgaria, sebab Gereja Ortodoks Bulgaria merasa lirik lagu dan penampilan penyanyi itu mempromosikan perbuatan dosa.
4. CHINA
            Di China yang berideologi Komunis, bukan cuma konser Lady Gaga yang ditolak, lebih jauh dari itu seluruh lagu Lady Gaga dilarang diputar dan beredar di sana. Kementerian budaya Cina merilis dafar 100 lagu pop yang dilarang diperdengarkan di negara tersebut. Daftar 100 lagu yang dimaksud dinilai memiliki kualitas yang dianggap rendah dan isinya dianggap terlalu vulgar. Lady Gaga termasuk dalam deretan yang lagunya di-blacklist dan dilarang untuk mengudara serta dianggap tak pantas didengar para remaja di Cina, yang mengaku beridelogi Atheis.
5. MALAYSIA
            Di Malaysia. Lady Gaga juga pernah ditolak masuk ke negeri ini pada tahun 2011. dikarenakan, lirik lagu “Born This Way” dinilai menawarkan nilai-nilai homoseksualitas. Malaysia tidak dimasukkan dalam daftar negara yang disinggahi Lady Gaga dalam tournya ke Asia karena negara jiran itu sejak awal sudah menolak permohonan pagelaran itu. Bahkan, negara itu melarang lagu-lagu Lady Gaga beredar.
6. AMERIKA SERIKAT
            Amerika Serikat pun juga melarang Lady Gaga. Karena lirik lagunya yang Menghina Tuhan.
            Para pendukung Lady gaga mengatakan bahwa Lady Gaga adalah seorang seniman. Dia menuangkan Seni kedalam pemikiran-pemikirannya melalui lagu, gerak tari dan gaya berbusana untuk menghibur orang lain. Masalahnya, apa yang dia sampaikan seringkali bertentangan dengan pendapat orang kebanyakan sehingga terjadi pro kontra di sana sini.
            Berbicara Masalah Seni, Seni adalah Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain. Namun, yang terjadi saat ini adalah Seni yang ditampilkan oleh Lady Gaga adalah seni yang berlebihan, kita semua boleh bebas berekspresi dalam arti Ekspresi yang tetap dijalur yang benar. Seni itu ada batasannya, dimana seseorang dapat mempertahankan ide atau kreatifitas yang dituangkan tersebut dengan menjunjung tinggi moral dan estetika (keindahan).
             Terlebih lagi, Bangsa Indonesia adalah Negara yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana bunyi sila pertama “Ketuhanan yang maha esa”, tetapi justru lirik lagu yang dinyanyikan oleh Lady Gaga tersebut bertentangan dengan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila. Pancasila yang berfungsi sebagai rambu-rambu dan aturan mapan  konstitusi., norma MORAL maupun norma HUKUM dalam kehidupan politik itu nilai pancasila haruslah dijunjung tinggi. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita.

            Permasalahan yang juga ada kaitannya dalam dunia seni-budaya misalnya mengenai seniman, imajinasi dan Tuhan. Imajinasi penyair memberikan nyawa bagi suatu karya yang dapat dinilai dan dinikmati oleh publik. Namun hal itu tidak serta merta memberikan kebebasan yang berlebihan, ada batas-batas tertentu dari agama dalam hal mengekspresikan suatu karya. Ada anggapan terlalu berlebihan mengagungkan karya dapat membawa pada syirik dan kufr. Demikian tersebut perlu dipahami dengan seksama. Sebaliknya para penyair yang terlalu bersemangat dengan mengagung-agungkan Tuhan sebenarnya baik, namun perlu dipahami juga bahwa jangan sampai menyamakan Tuhan dengan benda-benda atau ciptaan Tuhan lainnya.
            Jadi seni itu sebenarnya luas sekali menurut kami. Pemikiran seseorang tentu saja bisa dipengaruhi oleh berbagai macam hal sehingga kemudian mempengaruhi seni yang dihasilkan. Beberapa di antara yang bisa mempengaruhi pemikiran-pemikiran tersebut adalah agama dan norma moral.
BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan atau garis besar dari uraian
1.      Indonesia sebagai budaya timur dengan segala  norma etika,sudah sepantas nya lah berusaha menjaga budaya nya sedari dini,dari hal kecil skalipun,apalagi Indonesia negara 80% islam dengan ajarannya. Bukan hanya bertentangan dengan agama islam,tetapi agama lain pun menentang lady gaga karena dianggap bertentangan dengan agama mereka. Penampilan Lady Gaga yang seronok yang ditentang oleh beberapa negara, itu sudah menjadi bukti. Aksi penyanyi tersebut tidak sesuai dengan kultur dan kepribadian bangsa, agama dan etika bangsa Indonesia.

2.      Bila anda mengatakan anda  adalah Penikmat seni dalam musik,selain mendengar dan menikmati, penikmat seni juga harus bisa memahami arti dari sebuah lagu yang dinikmati. Apa lagi lagu bahasa inggris.
3.      Kontroversi yang berlebihan tentu menimbulkan kesenjangan sosial, pembatalan ini bertujuan untuk menjaga moral dan akhlak seluruh masyarakat di Indonesia.
             
 Dari semua isi makalah yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan pula bahwa :
1.      Proses filtrasi perlu dilakukan supaya kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia tidak  akan merusak identitas kebudayaan nasional bangsa kita.
2.      Semua dampak positif dan dampak negatif masuknya budaya  asing di Indonesia tergantung bagaimana kita menyeleksi budaya asing tersebut.,kembali kepada pribadi masing-masing.tetapi bila bangsa selalu menyerahkan nya kepada tiap individu yang ada diindonesia,bagaimana bisa bangsa indonesia menjaga moral dan budaya nya,jika hal-hal seperti kontropersi lady gaga selalu dikembalikan bagi yg ingin mnonton silahkan yang tidak mau tidak usah menonton. Jika indonesia memang benar benar ingin menjaga moral bangsa,berarti negara lah yang harus turun tangan.
3.    Pentingnya peran masyarakat dan pemerintah dalam mempertahankan nilai-nilai                 budaya Indonesia agar tidak terpengaruh oleh budaya asing yang sifatnya negatif.   

3.2      Saran
           Agar kebudayaan Indonesia dan kebudayaan asing dapat berkesinambungan dengan baik, yakni tanpa merusak nilai-nilai kebudayaan Indonesia, maka bangsa Indonesia sendiri harus benar-benar pintar dalam menyikapi dan menyeleksi budaya asing yang masuk keIndonesia.
          
           Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu :
1. Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan   pergeseran budaya bangsa
2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
 3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
 4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
 5. Masyarakat harus berhati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.